Jumat, 22 April 2016

Puisi "Ujung Ubun"

Ujung ubun

Suara adzan berkumandang
Langit jingga memerah diujung timur
Menggelitik Si ayam jantan dari lelap tidurnya
Namun angin pagi merengkuh tajali batinku
Seakan iakan kan bisikan ku masih ingin dipelukmu
                Hingga mentari di ujung dahi
                Mata ini tak kunjung mengerti
                Apa yang tersimpan dalam hati
                Sungguh bak iluminasi
Yang tak kunjung pasti
Ku ingin berlari
Namun kaki ini tak mampu berdiri
Ku ingin terbang
Namun parasutku enggan berkembang
Ku ingin berlayar
Namun samudra telah mendangkal
                Lalu ku hanya mampu tersungkur
                Bersujud syukur

Ngayogjakarta Hadiningrat, 23 April 2013


Lusino

Tidak ada komentar:

Posting Komentar